Senin, 17 Januari 2011

Uzbekistan-Qatar Masuk Perempatfinal

Doha - Dua kontestan dari Grup A yang lolos ke babak perempatfinal akhirnya didapat. Uzbekistan menjadi juara grup setelah mengimbangi China, sementara Qatar melaju usai menghantam Kuwait.

Bertanding di Khalifa International Stadium, Doha, Minggu (16/1/2011) waktu setempat, Qatar wajib memetik kemenangan demi mengamankan tiket ke babak delapan besar. Keharusan menang tersebut membuat mereka tampil meyakinkan sebelum akhirnya menang 3-0 atas Kuwait.

Gol pembuka kemenangan Qatar dalam laga tersebut datang dari Billa Mohammed di menit 11. Qatar cuma butuh lima menit untuk menggandakan keunggulan melalui Muhamed El Sayed. Gol penutup kemenangan tuan rumah datang dari Fabio Cesar Montezine lima menit sebelum laga tuntas.

Sementara pada pertandingan lainnya, Uzbekistan berbagi poin dengan China usai bermain imbang 2-2. Gol cepat Yu Hai di menit enam sempat mencuatkan harapan China untuk bisa lolos ke babak kedua. Namun Odil Ahmedov mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 30.

China bahkan sempat tertinggal 1-2 melwat gol Alexander Geynrikh di menit 47. Skor berubah menjadi 2-2 setelah Hao Junmin menjebol gawang Uzbekistan sembilan menit kemudian.

Hasil dua pertandingan terakhir di Grup A tersebut membuat Uzbekistan lolos sebagai juara grup dengan poin dikumpulkan berjumlah tujuh. Sementara Qatar berada di posisi dua dengan terpaut satu angka.

Dengan poin empat, China duduk di posisi tiga. Sementara Kuwait harus puas jadi juru kunci setelah gagal meraih satu pun poin dari tiga pertandingan.
 
sumber : detiksport.com

Bahasa Inggris Surat FIFA untuk PSSI Dinilai Buruk

Jakarta - Surat ancaman hukuman FIFA yang dikirimkan kepada PSSI, terkait kontroversi munculnya kompetisi Liga Primer Indonesia, dinilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan redaksi detiksport menerima email dari beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata "to be" juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapat footer alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

"Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?" demikian ditulis Ario Laksamana, mahasiswa Fachhochschule Frankfurt, Republik Federal Jerman, dalam email analiasisnya kepada detiksport.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). "PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat," ujarnya.

Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:


FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

 

Fabregas dan Iniesta untuk Sepatu Nike Terbaru

Nike merilis sepatu sepak bola terbaru. Sejumlah pesepakbola elit dunia akan menggunakan sepatu terbaru itu di setiap laga.

Nike CTR360 Maestri II Elite dirancang untuk para pemain yang menguasai kontrol di lapangan. Mengendalikan tempo dengan penempatan bola yang akurat, mendikte permainan dan menciptakan kesempatan adalah kebutuhan yang penting untuk seorang pemain maestro lini tengah.

Baik Francesc Fabregas (Arsenal FC) dan Andres Iniesta (Barcelona FC) mewakili pemain utama yang menguasai kontrol di lapangan dan keduanya menggunakan sepatu Nike CTR360. Kemampuan untuk mengontrol dan mengatur teman satu timnya untuk mencetak berbagai peluang itulah yang membuat mereka berbeda. Angka tidak dapat berbohong. Berdasarkan hasil statistik, yang dikeluarkan oleh UK-based Opta sebagai pusat data sejarah olahraga terlengkap di dunia, menunjukkan keunikan dari kemampuan Fabregas dan Iniesta adalah untuk penguasaan dalam mendominasi permainan.

Cesc Fabregas (The Maestro). Fabregas menggabungkan teknik fluiditas dengan kemampuannya sendiri untuk mendikte jalannya permainan. Dari awal musim pertandingan 2009/2010, dia telah berhasil menjadi penyumbang assists (16) terbanyak untuk liga klubnya. Fabregas telah menciptakan rata-rata peluang di setiap 24.8 menit, pencapaian tertinggi diantara para pemain lainnya. Yang juga patut dicatat, Fabregas merupakan pemain paling produktif dalam menciptakan peluang untuk timnya di lima liga Eropa teratas musim 2009/2010, menciptakan peluang setiap 29 menit.

Andres Iniesta (The Magician). Musim panas ini di Afrika Selatan, Iniesta mulai menunjukkan perubahan dalam permainannya dan tidak menjadi suatu kejutan ketika keakuratan penempatan dan assists rasionya menempatkannya menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Dalam kompetisi kejuaraan premier Eropa musim ini, Iniesta berhasil menemukan ‘pendamping’ yang memberikannya 90% passing yang luar biasa. Musim terakhir di liga klubnya, penyiasat berbakat ini berhasil mencatat rata-rata 93.7% passing accuracy di tengah-tengah permainannya. Iniesta telah menciptakan sebuah kompetisi tingkat tinggi memberikan 16 kesempatan mencetak gol untuk teman-teman timnya di dalam pertandingan kualifikasi negara-negara Eropa.

Dengan mengutamakan spesifikasi posisi, Nike CTR360 memberikan enam elemen penting untuk para pemain yang mencari sepatu premium:
Pass and Receive Pad: Injected instep pad dan grip-like traction menghasilkan kontrol bola yang tepat.
Kanga-Lite Upper: Kulit sintesis yang menyerupai kulit kangguru yang memberikan kenyamanan luar biasa dan cocok untuk segala cuaca.
Dampening Pods: Zona bantalan pada sisi samping kaki depan memberikan kontrol bola pada sentuhan pertama.
Receive Pads: Meningkatkan instep ball control dan membuat menangkap bola lebih mudah.
Pass Pad: Mengarahkan penyebaran dan penempatan dari passing yang tepat.
Lacing System: Rancangan tali yang asimetris menciptakan permukaan kontrol bola yang lebih luas.
Carbon Chassis: Carbon re-inforced chassis, memberikan kekuatan dengan bilah kancing untuk daya tarik dan kestabilan yang maksimal.

Sebuah kode khusus disertakan di setiap pasang sepatu ini yang dapat digunakan oleh para pemain untuk secara eksklusif mengakses Nike Football+ training content, termasuk untuk mendapatkan wawasan dari para pemain profesional, elite training sessions, trial events, penampilan dari para pemain dan masih banyak lagi.

sumber : bolanews.com

PSSI Larang Younghusband Bersaudara ke LPI

Jakarta - Niatan Younghusband bersaudara untuk merumput di Liga Primer Indonesia (LPI) mendapat reaksi berupa larangan dari PSSI. Induk sepakbola Indonesia tersebut menilai bergabungnya Phil dan James ke LPI dapat merugikan Indonesia dan juga Filipina.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jakarta 1928 FC diklaim tinggal selangkah lagi merekrut dua bintang timnas Filipina di Piala AFF 2010 itu. Pihak klub pun sudah bertolak ke Manila untuk melakukan negosiasi hari ini.

Belum ada keterangan mengenai kesepakatan, tapi halangan sudah datang dari PSSI. Menurut PSSI apabila Phil dan James jadi bermain di LPI, maka federasi sepakbola kedua negara bisa kena sanksi.

"Saya sudah menelepon Presiden PFF (Asosiasi Sepakbola Filipina) Mariano Araneta untuk mencegah proses transfer tersebut. Saya minta kepada Mariano agar proses ini diblok karena berbahaya bagi perkembangan sepakbola di kedua negara," tutur Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Hotel Century, Jakarta, Kamis (13/1/2011) siang WIB.

Ditegaskan Nugraha jika transfer itu terwujud maka akan dianggap ilegal, karena setiap kegiatan jual-beli pemain antar negara harus menggunakan Sertifikat Transfer Internasional (ITC) yang dikeluarkan federasi negara masing-masing.

"Sementara menurut aturan FIFA, federasi hanya boleh mengizinkan ITC untuk pemain yang akan pindah ke liga yang diakui federasi masing-masing. Maka kalau mereka sampai pindah, Indonesia dan Filipina bakal terkena sanksi," lugas pria yang akrab disapa Kang Nug itu.

sumber : detiksport.com

Bicara Peraturan, LPI Sindir PSSI & Nurdin Halid

Jakarta - PSSI berlindung di balik peraturan kala menentang hadirnya Liga Primer Indonesia (LPI). LPI tak menghiraukannya, dan sebaliknya langsung memberikan balasan, sekaligus sedikit menyindir Nurdin Halid.

Dengan dalih pengakuan dari FIFA, PSSI pun menyebut LPI sebagai kompetisi ilegal. Jelang dimulainya kompetisi baru tersebut akhir pekan lalu, sanksi dari FIFA pun disebut-sebut bakal dijatuhkan pada LPI. Tapi pencetus LPI, Arifin Panigoro, memilih untuk cuek.

Belakangan LPI, melalui juru bicaranya, Abi Hasantoso, membalas berbagai dalih peraturan tersebut. Ini bermula dari niat LPI untuk memperjuangkan beberapa pemainnya masuk ke dalam tim nasional Indonesia.

PSSI memang menegaskan bahwa hanya mereka yang bermain di Liga Indonesia-lah yang bisa bermain di timnas Indonesia. Tapi LPI bertahan dengan izin dari Menpora Andi Mallarangeng.

"Pertama-tama kita sudah mendapatkan izin dari Menpora bahwa anak bangsa yang terbaik di bidangnya, termasuk sepakbola, punya hak yang sama untuk membela Indonesia di ajang internasional," ujar Abi kepada detikSport.

Abi pun menyindir PSSI yang kerap bicara peraturan, namun kerap melanggarnya sendiri.

"Jangan bicara di balik peraturan, sementara tak melihat peraturan yang lain."

"Jangan bicara peraturan, sementara tak mengindahkannya sendiri. Jelas-jelas ada peraturan tidak boleh ada di dalam federasi kalau pernah tersandung kasus kriminal, masih dilakukan juga."

"Sementara, ini kan pemain-pemain kita tak pernah terlibat kriminal, masa tak boleh main di timnas," tukasnya.

Ucapan Abi tersebut bisa jadi merupakan sindiran terhadap Nurdin Halid yang pernah dua kali masuk penjara akibat kasus korupsi, namun masih bisa duduk di kursi Ketua Umum PSSI--kendati PSSI berdalih, FIFA sudah menyetujui statuta mereka.

sumber : detiksport.com

Kala Raja Kembali ke Istananya

Liverpool - Tak usah ditanya lagi kepada para Liverpudlian seperti apa sosok Kenny Dalglish di mata mereka. Yang jelas kapanpun 'Si Raja' pergi, ia akan selalu disambut dengan tangan terbuka ketika kembali ke istananya, Anfield.

Dalglish sempat meninggalkan Liverpool pada tahun 1991. Saat itu Liverpool usai bermain imbang 4-4 dengan Everton dan laga itu digelar di Anfield. Alasan Dalglish mundur dari posisinya sebagai manajer adalah karena kesehatannya tidak lagi mampu mendukung kinerjanya di lapangan.

Bertahun-tahun lamanya ia mungkin hanya melihat Liverpool dari layar kaca atau datang ke stadion. Pada 2009 dia kembali ke klub itu dengan status pengurus akademi muda Liverpool serta ambassador mereka.

Setahun berselang Dalglish akhirnya benar-benar kembali ke bench The Reds dengan status sebagai manajer -meski hanya sementara hingga akhir musim-. Namun adanya sosok pria asal Skotlandia itu menumbuhkan semangat baru di saat juara 18 kali Liga Inggris itu tengah terpuruk pasca dilatih Roy Hodgson.

Namun Dalglish bukanlah pesulap, yang mampu merubah tim menjadi hebat dalam waktu semalam. Nyatanya tiga pertandingan di bawah Daglish, 'Si Merah' hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Bahkan semalam saat melakoni Derby Merseyside, Liverpool nyaris kalah sebelum penalti Dirk kuyt sukses menyamakan kedudukan jadi 2-2. Jadilah "debut" kandang Dalglish setelah hampir dua dekade pergi tak berakhir dengan manis.

Tapi yang namanya legenda hidup tetaplah bakal jadi legenda selamanya. Itulah mengapa Dalglish begitu merasa tersanjung dengan sambutan para Liverpudlian di stadion malam tadi.

"Sangat emosional sekali bagiku kembali di bench dan respon yang kudapat dari penonton sangatlah baik," aku Dalglish seperti dilansir The Sun.

"Hubungan keluarga Dalglish dan Liverpool selalu sangat baik dan takkan pernah berubah. Tapi yang terpenting, adalah cara bagaimana mereka menyatu dengan para pemain yang di lapangan dan memulai laga dengan sangat baik," sambungnya.

"Mereka mendapat dukungan dari fans di belakang mereka dan itu sangat penting sekali jika semua orang melakukan apapun yang mereka bisa untuk klub ini -apakah itu untuk mendukung para pemain atau hal yang lain," tandas pengoleksi 501 caps dan 169 gol.

"Ini sangat menolong jika kita semua bersatu seperti ini. Aku pikir hari ini (kemarin) menunjukkan bahwa mereka sangat peduli pada klub ini. Jadi aku harap cepat atau lambat keadaan klub ini bisa lebih baik," tuntas Dalglish.

sumber : detiksport.com

Zanetti : Benitez Menghancurkan Kami

Milan - Javier Zanetti mengaku senang setelah hengkangnya Rafael Benitez yang digantikan oleh Leonardo Araujo sebagai pelatih Inter.
Ketika Inter Milan menjadi juara Piala Dunia Klub, Benitez sempat mengelurakan ultimatum agar presiden Inter, Massimo Moratti segera memberikan dana segar untuk medatangkan pemain baru. Dan itu rupanya membuat Zanetti cs. kecewa.
“Benitez menghancurkan sesuatu di lingkungan kami dengan apa yang ia katakan di Piala Dunia klub,” tegas Zanetti.
“Leonardo punya pikiran lain, antusisme lain, dan sekarang kami lebih baik.”
"Kami bermain baik bersama Benitez saat tampil dengan skuad penuh, namun perkataan (Benitez-RED) itu menghancurkan sesuatu," tegas pemain yang baru saja mencatat penampilan ke 519 di Serie A bersama Inter itu.
Selama berada di bawah rezim Benitez, Inter harus kehilangan beberapa pemain utama yang cedera, dan itu rupanya mempengaruhi permainan La Beneamata.Penampilan mereka menurun drastis, dan sempat tercecer di papan tengah Serie A.
Namun Leonardo yang datang Januari ini, langsung memberi kontribusi positif. Terbukti dari 4 pertandingan awal (satu di Coppa Italia), ia selalu membawa Inter menang. Dan saat ini Inter siap kembali ke jalur juara.
Meski tertinggal 9 poin dari AC Milan, tapi Inter punya dua pertandingan sisa melawan Cesena (19/1) dan Fiorentina (16/2). Artinya bila bisa memenangkan kedua pertandingan itu, Inter akan memangkas poinnya menjadi hanya berselisih tiga saja dari Milan.


sumber : bolanews.com