Tampilkan postingan dengan label Arsenal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsenal. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

Jelang 16 Besar Liga Champion : Cesc : " Mengalahkan Barca Bukan Kemustahilan "

Arsenal dipertemukan dengan tim kuat, Barcelona, di babak 16 besar Liga Champion. Kapten The Gunners, Cesc Fabregas, yakin Los Azulgrana bukanlah tim yang tidak terkalahkan.
Barcelona disebut-sebut sebagai tim yang paling dihindari oleh kontestan 16 besar Liga Champion lainnya, terutama setelah Lionel Messi cs. menggilas Real Madrid 5-0 di La Liga. Alhasil, Arsenal dikatakan tertiban sial karena dipertemukan dengan pasukan Pep Guardiola saat fase knock-out baru dimulai.

The Gunners tentu akan menjadi tim yang tidak difavoritkan. Musim lalu saja mereka takluk 6-3 secara agregat di babak perempat final dari lawan yang sama.

Karena itu, sebagai kapten Fabregas perlu menaikkan mental bertanding koleganya sejak jauh-jauh hari. "Ini bukan misi yang mustahil," ucapnya kepada The Sun.

"Kami bisa memenanginya. Barcelona tidak tak terkalahkan. Jika mereka adalah tim yang tak tersentuh, mereka akan memenangi Liga Champion setiap tahun," ucap playmaker berusia 23 tahun itu.

Fabregas pun membuka lembaran sejarah Liga Champion dalam beberapa musim terakhir dan ia mendapati Raksasa Catalan kerap tersandung saat berhadapan dengan klub-klub Inggris. So, ia yakin musim ini giliran Arsenal yang bakal menyingkirkan Barca.

"Manchester United, Chelsea, dan Liverpool teah menyingkirkan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin musim ini giliran kami, mengapa tidak?" ucap Fabregas.

"Jika kami ingin menjadi juara Eropa, kami harus mampu mengalahkan siapa pun, termasuk Barca," simpul pria Catalan yang akan kembali ke Camp Nou untuk pertama kalinya sejak transfer saga dengan Barca berakhir.

suber : bolanews.com

Jelang 16 Besar Liga Champion : Pique Peringatkan Arsenal

Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique, memperingatkan Arsenal bahwa Lionel Messi akan membuat The Gunners menderita saat kedua tim bertemu di babak 16 Besar Liga Champion bulan depan.
Messi baru saja mendapatkan gelar pemain terbaik dunia untuk kedua kalinya berturut-turut, dan gelandang asal Argentina itu pernah menyengsarakan tim asuhan Arsene Wenger di perempat final Liga Champion musim lalu. Oleh karena itu, Pique yakin Arsenal akan kembali menderita di tangan Messi ketika kedua tim bertemu lagi di babak 16 Besar kompetisi yang sama.
Bek Barca itu mengatakan bahwa Messi adalah pemain terbaik dunia yang sangat penting bagi tim Catalan itu. Dan yakin setelah memenangkan penghargaannya, Messi pasti ingin mendapatkan gelar juara yang lain, dan akan memperlihatkannya saat menghadapi Arsenal di babak 16 Besar Liga Champion.
"Leo adalah yang terbaik di dunia. Ia sangat penting bagi Barcelona. Ketika Anda memenangkan gelar juara, Anda bisa merasa senang dan Anda pasti ingin merasakan hal yang sama lagi," ujar Pique seperti dilansir The Sun. "Jadi kami memiliki rasa lapar yang sama untuk mendapatkan gelar juara seperti Liga Champion dua tahun lalu. Kami yakin mampu meraih kemenangan saat menghadapi Arsenal," tambahnya.
Arsenal akan menjadi tuan rumah leg pertama pada 16 Februari dan bertandang ke Camp Nou pada 8 Maret.
Saat Messi menerima penghargaan sebagai pemain terbaik dunia, Pique merupakan salah satu dari enam pemain Barca yang masuk dalam FIFA/FIFPRO world XI yang diumumkan juga di Zurich. Dan mantan bintang Manchester United itu menegaskan bahwa penghargaan yang diraih para pemain Barca akan menjadi motivasi yang bagus saat menghadapi Arsenal.
"Penghargaan ini memberi dorongan yang luar biasa bagi keyakinan kami menjelang pertandingan menghadapi Arsenal," ungkap pemain berusia 23 tahun itu. "Kami ingin memenangkan Liga Champion lagi dan kami yakin kami bisa melakukannya. Anda harus bekerja keras dan berjuang untuk berada di sini, dan kami siap untuk itu." tegas Pique.


sumber : bolanews.com

Fabregas dan Iniesta untuk Sepatu Nike Terbaru

Nike merilis sepatu sepak bola terbaru. Sejumlah pesepakbola elit dunia akan menggunakan sepatu terbaru itu di setiap laga.

Nike CTR360 Maestri II Elite dirancang untuk para pemain yang menguasai kontrol di lapangan. Mengendalikan tempo dengan penempatan bola yang akurat, mendikte permainan dan menciptakan kesempatan adalah kebutuhan yang penting untuk seorang pemain maestro lini tengah.

Baik Francesc Fabregas (Arsenal FC) dan Andres Iniesta (Barcelona FC) mewakili pemain utama yang menguasai kontrol di lapangan dan keduanya menggunakan sepatu Nike CTR360. Kemampuan untuk mengontrol dan mengatur teman satu timnya untuk mencetak berbagai peluang itulah yang membuat mereka berbeda. Angka tidak dapat berbohong. Berdasarkan hasil statistik, yang dikeluarkan oleh UK-based Opta sebagai pusat data sejarah olahraga terlengkap di dunia, menunjukkan keunikan dari kemampuan Fabregas dan Iniesta adalah untuk penguasaan dalam mendominasi permainan.

Cesc Fabregas (The Maestro). Fabregas menggabungkan teknik fluiditas dengan kemampuannya sendiri untuk mendikte jalannya permainan. Dari awal musim pertandingan 2009/2010, dia telah berhasil menjadi penyumbang assists (16) terbanyak untuk liga klubnya. Fabregas telah menciptakan rata-rata peluang di setiap 24.8 menit, pencapaian tertinggi diantara para pemain lainnya. Yang juga patut dicatat, Fabregas merupakan pemain paling produktif dalam menciptakan peluang untuk timnya di lima liga Eropa teratas musim 2009/2010, menciptakan peluang setiap 29 menit.

Andres Iniesta (The Magician). Musim panas ini di Afrika Selatan, Iniesta mulai menunjukkan perubahan dalam permainannya dan tidak menjadi suatu kejutan ketika keakuratan penempatan dan assists rasionya menempatkannya menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Dalam kompetisi kejuaraan premier Eropa musim ini, Iniesta berhasil menemukan ‘pendamping’ yang memberikannya 90% passing yang luar biasa. Musim terakhir di liga klubnya, penyiasat berbakat ini berhasil mencatat rata-rata 93.7% passing accuracy di tengah-tengah permainannya. Iniesta telah menciptakan sebuah kompetisi tingkat tinggi memberikan 16 kesempatan mencetak gol untuk teman-teman timnya di dalam pertandingan kualifikasi negara-negara Eropa.

Dengan mengutamakan spesifikasi posisi, Nike CTR360 memberikan enam elemen penting untuk para pemain yang mencari sepatu premium:
Pass and Receive Pad: Injected instep pad dan grip-like traction menghasilkan kontrol bola yang tepat.
Kanga-Lite Upper: Kulit sintesis yang menyerupai kulit kangguru yang memberikan kenyamanan luar biasa dan cocok untuk segala cuaca.
Dampening Pods: Zona bantalan pada sisi samping kaki depan memberikan kontrol bola pada sentuhan pertama.
Receive Pads: Meningkatkan instep ball control dan membuat menangkap bola lebih mudah.
Pass Pad: Mengarahkan penyebaran dan penempatan dari passing yang tepat.
Lacing System: Rancangan tali yang asimetris menciptakan permukaan kontrol bola yang lebih luas.
Carbon Chassis: Carbon re-inforced chassis, memberikan kekuatan dengan bilah kancing untuk daya tarik dan kestabilan yang maksimal.

Sebuah kode khusus disertakan di setiap pasang sepatu ini yang dapat digunakan oleh para pemain untuk secara eksklusif mengakses Nike Football+ training content, termasuk untuk mendapatkan wawasan dari para pemain profesional, elite training sessions, trial events, penampilan dari para pemain dan masih banyak lagi.

sumber : bolanews.com

PROFIL : Muhamad Guntur Triaji, Dari Lampung Menuju Arsenal

Muhamad Guntur Triaji memasuki tahap berikutnya untuk mewujudkan impian berlatih selama setahun di Nike Academy di Inggris.

Saat ini, Guntur berada di London untuk bersaing dengan 99 anak dari 39 negara lain untuk memperebutkan umpian tersebut. Guntur terpilih mewakili Indonesia melalui proses seleksi regional dan nasional bulan September dan Oktober lalu. Mulai tanggal 19 hingga 23 Januari, Guntur harus berjuang keras mengerahkan segenap kemampuan terbaik untuk mewujudkan impian tersebut.

"Terus belajar dan selalu berdoa merupakan pesan orangtua saya. Itu menjadi senjata menghadapi segala tantangan dalam karier saya," tukas putra pepanah nasional, Puryoto, ini sebelum berangkat.

"Saya benar-benar ingin berjumpa dengan para pemain top Arsenal. Bayangan bertemu Arsene Wenger memacu saya untuk belajar dan berupaya menunjukkan yang terbaik."

"Jangan berhenti bermimpi dan berupaya, karena suatu saat kita akan meraih kesempatan itu."

Sebelum bertolak ke London, Guntur mempersiapkan diri dengan menjalani beragam sesi latihan fisik serta belajar bahasa Inggris secara privat. Selain itu, pemuda 17 tahun asal Lampung ini tiba di Inggris lima hari lebih awal sebagai langkah adaptasi perbedaan iklim.

Keberangkatan Guntur ke London merupakan lanjutan program The Chance yang berupaya mengidentifikasi talenta-talenta muda dari berbagai penjuru dunia serta memberikan kesempatan berlatih gratis selama satu tahun di Nike Academy, Juli mendatang.


Tempat, tanggal lahir: Lampung, 30 Juli 1993.
Tinggi / berat: 168 cm / 62 kg.
Posisi: Gelandang.
Idola: Firman Utina, Cesc Fabregas.
Sekolah: SMU Atlet Ragunan.
Pengalaman sepakbola:
  • Anggota PSBL Lampung U-18 dan mengikuti Piala Suratin 2009
  • Juara antara Diklat
  • Pemenang Nike The Chance

Minggu, 09 Januari 2011

London - Theo Walcott mengaku sempat melakukan diving saat Arsenal diimbangi Leeds United dalam laga babak ketiga Piala FA. Atas aksinya tersebut, Walcott meminta maaf.

Dalam laga di Emirates Stadium, Sabtu (8/1/2011), Arsenal dalam kondisi tertekan setelah Leeds lebih dulu memimpin lewat gol penalti Robert Snodgrass. Berbagai upaya untuk mengejar defisit gol pun dilakukan Arsene Wenger, termasuk memasukkan Theo Walcott di menit ke-68.

Masuknya Walcott memang membuat serangan The Gunners lebih menggigit, tapi belum berujung terciptanya gol. Mungkin merasa frustrasi, Walcott pun melakukan aksi yang kurang fair.

Pemain berusia 21 tahun tersebut terjatuh saat ditekan Paul Connolly di kotak penalti Leeds. Meski wasit Phil Dowd tampak akan memberikan penalti buat Arsenal, dia akhirnya berubah pikiran setelah berkonsultasi dengan asistennya.

"Saya ingin meminta maaf kepada manajer karena saya sebenarnya diving. Saya mencoba untuk mendapatkan penalti," aku Walcott, seperti dikutip Soccernet.

"Saya berkata kepada salah satu pemain mereka, 'Apakah kamu telah melakukannya?' Dan ia berkata mungkin. Saya bukan jenis pemain yang suka melakukannya, tapi saya melakukannya dan meminta maaf. Ini adalah sesuatu yang tak ingin saya lihat dalam permainan saya," sambungnya.

"Saya tak senang dengan diri saya karena telah melakukan hal tersebut, tapi saya senang kami meraih hasil imbang," tandasnya.

Arsenal akhirnya benar-benar mendapatkan penalti beberapa saat kemudian setelah Walcott ditarik Ben Parker. Cesc Fabregas yang jadi algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus memaksakan hasil imbang 1-1.

sumber : beritabola.com