Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIFA. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

Bahasa Inggris Surat FIFA untuk PSSI Dinilai Buruk

Jakarta - Surat ancaman hukuman FIFA yang dikirimkan kepada PSSI, terkait kontroversi munculnya kompetisi Liga Primer Indonesia, dinilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan redaksi detiksport menerima email dari beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata "to be" juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapat footer alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

"Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?" demikian ditulis Ario Laksamana, mahasiswa Fachhochschule Frankfurt, Republik Federal Jerman, dalam email analiasisnya kepada detiksport.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). "PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat," ujarnya.

Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:


FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

 

Bicara Peraturan, LPI Sindir PSSI & Nurdin Halid

Jakarta - PSSI berlindung di balik peraturan kala menentang hadirnya Liga Primer Indonesia (LPI). LPI tak menghiraukannya, dan sebaliknya langsung memberikan balasan, sekaligus sedikit menyindir Nurdin Halid.

Dengan dalih pengakuan dari FIFA, PSSI pun menyebut LPI sebagai kompetisi ilegal. Jelang dimulainya kompetisi baru tersebut akhir pekan lalu, sanksi dari FIFA pun disebut-sebut bakal dijatuhkan pada LPI. Tapi pencetus LPI, Arifin Panigoro, memilih untuk cuek.

Belakangan LPI, melalui juru bicaranya, Abi Hasantoso, membalas berbagai dalih peraturan tersebut. Ini bermula dari niat LPI untuk memperjuangkan beberapa pemainnya masuk ke dalam tim nasional Indonesia.

PSSI memang menegaskan bahwa hanya mereka yang bermain di Liga Indonesia-lah yang bisa bermain di timnas Indonesia. Tapi LPI bertahan dengan izin dari Menpora Andi Mallarangeng.

"Pertama-tama kita sudah mendapatkan izin dari Menpora bahwa anak bangsa yang terbaik di bidangnya, termasuk sepakbola, punya hak yang sama untuk membela Indonesia di ajang internasional," ujar Abi kepada detikSport.

Abi pun menyindir PSSI yang kerap bicara peraturan, namun kerap melanggarnya sendiri.

"Jangan bicara di balik peraturan, sementara tak melihat peraturan yang lain."

"Jangan bicara peraturan, sementara tak mengindahkannya sendiri. Jelas-jelas ada peraturan tidak boleh ada di dalam federasi kalau pernah tersandung kasus kriminal, masih dilakukan juga."

"Sementara, ini kan pemain-pemain kita tak pernah terlibat kriminal, masa tak boleh main di timnas," tukasnya.

Ucapan Abi tersebut bisa jadi merupakan sindiran terhadap Nurdin Halid yang pernah dua kali masuk penjara akibat kasus korupsi, namun masih bisa duduk di kursi Ketua Umum PSSI--kendati PSSI berdalih, FIFA sudah menyetujui statuta mereka.

sumber : detiksport.com

1 Maret Bakal Krusial untuk MU

Manchester - Setelah melewati satu laga lagi tanpa kalah, Manchester United langsung menatap laga-laga selanjutnya. Satu laga yang bakal dihelat pada 1 Maret menjadi perhatian utama Sir Alex Ferguson.

Tidak sulit ditebak siapa lawan yang akan dihadapi 'Setan Merah' saat itu, yang tak lain adalah Chelsea. Laga antara keduanya yang seharusnya dihelat Desember silam ditunda karena kondisi cuaca yang tak memungkinkan.

MU punya satu laga tunda lainnya, yang juga batal digelar Desember silam karena masalah cuaca, yakni menghadapi Blackpool. Tapi The Tangerines bakal dihadapi Wayne Rooney dkk. lebih awal, yakni pada 25 Januari mendatang.

Kendati laga melawan Chelsea disebut lebih krusial, Sir Alex enggan menepikan Blackpool, yang disebutnya juga tengah menanjak.

"Kami masih harus pergi ke kandang Chelsea pada 1 Maret dan itu akan menjadi pertandingan penting. Kami juga masih harus bertandang ke Blackpool yang kini juga tengah tampil baik," ujarnya di ESPN Star.

"Ini akan menjadi rentetan laga yang menarik. Perjalanan yang menegangkan menuju akhir musim karena lima klub teratas tengah berada dalam penampilan terbaiknya," lanjut manajer asal Skotlandia itu.

Makin menarik karena empat hari berselang setelah menghadapi Chelsea, yakni pada 5 Maret, MU akan bertandang ke Anfield untuk berhadapan dengan Liverpool. 

sumber : beritabola.com

NH : Surat FIFA Asli dan Tak Mengada-ada

Jakarta - Ramai soal surat FIFA ke PSSI terus berlanjut. FIFA sendiri sudah menyebut telah mengirim surat ke federasi sepakbola nasional itu. Dan kini giliran Ketum PSSI Nurdin Halid yang menegaskan surat tersebut asli "1.000 persen"

"Soal surat FIFA, 'kan sudah diberitahu Sekjen (Nugraha Besoes) kalau surat itu asli. Pokoknya saya yakinkan surat itu asli 1.000 persen. Kalau tidak percaya silakan tanya aja ke FIFA," tegas Nurdin kepada wartawan di Kantor PSSI, Senin (17/1/2011) malam WIB.

Sebelumnya sempat terjadi kesimpang-siuran mengenai keaslian surat tersebut, dikarenakan awalnya tak ada tangan dari Sekjen FIFA serta penggunaan tata bahasa Inggris yang buruk.

Pada akhirnya seorang rekan wartawan menanyakan langsung kepada FIFA melalui surat elektronik. Dan dipastikan bahwa FIFA mengakui bahwa mereka telah mengirim surat kepada PSSI.

"Yang pasti mana mungkin Sekjen memberitahu yang tidak pasti. Kita adalah organisasi yang patuh pada peraturan," tuntas Nurdin.

sumber : detiksport.com

Selasa, 11 Januari 2011

Barca Samai Juventus dan AC Milan

Zurich - Penghargaan Lionel Messi adalah Ballon d'Or kedelapan yang dimenangi seorang pemain Barcelona. Dengan ini Barca sejajar Juventus dan AC Milan sebagai klub yang terbanyak memenangi penghargaan itu.

Sejak 2010, penghargaan pemain terbaik Eropa dan dunia digabung dengan nama FIFA Ballon d'Or. Messi menjadi pemain yang meraih penghargaan itu di edisi perdana"merger" itu.

Dikutip dari situs resmi Barca, Ballon d'Or yang direbut Messi tadi adalah yang kedelapan kalinya buat Azulgrana. Pemenang sebelumnya adalah Luis Suarez yang pertama menyabetnya pada 1960, dua gelar dari Cruyff (1973-74).

Blaugrana butuh waktu sekitar dua dekade untuk dapat kembali menempatkan pemainnya untuk meraih penghargaan tersebut. Sampai akhirnya Hristo Stoickhov meraihnya pada 1994, lima tahun berselang giliran Rivaldo dan Ronaldo pada 2005. Sebelum akhirnya Messi menjadi jawara dalam dua tahun terakhir ini.

Delapan Ballon d'Or yang diperoleh ini mensejajarkan The Catalans dengan Juventus dan Milan sebagai pengumpul terbanyak penghargaan pesepakbola Eropa tersebut.

Juve memenanginya lewat Omar Sivori (1961), Paolo Rossi (1982), Michel Platini (1983-85), Roberto Baggio (1993), Zinedine Zidane (1998) dan Pavel Nedved (2003).

Sedangkan Milan diwakili Gianni Rivera (1969), Ruud Gullit (1997), Marco Van Basten (1988-89, 1992), George Weah (1995), Andriy Shevchenko dan terakhir Kaka (2007).

sumber : beritabola.com

Portugal : Tiga Pemain, Satu Pelatih terbaik

Zurich - Jose Mourinho menjadi orang Portugal terakhir yang menerima penghargaan sebagai insan sepakbola terbaik dunia dari kelompok pelatih. Tiga sebelumnya meraihnya sebagai pemain.

Mourinho secara khusus mendedikasikan kemenangannya di bursa pelatih terbaik dunia 2010 untuk Portugal. Ia mengalahkan arsitek timnas Spanyol Vicente del Bosque dan pembesut Barcelona, Josep Guardiola.

"Saya bangga sebagai orang Portugal. Portgal tidak memiliki banyak momen yang membanggakan, dan ini tentu saja bagus untuk ego orang-orang Portugal," ucap Mourinho seperti dikutip Reuters, Selasa (11/1/2011).

"Setelah Eusebio, Figo dan Cristiano (Ronaldo), sekarang kami punya empat Bola Emas," sambungnya.

Eusebio adalah orang pertama yang mencapai momen membanggakan Portugal itu, kala memenangi Ballon d'Or di tahun 1962. Figo mengikutinya di edisi 2000, dan meraih trofi FIFA World Player of the Year 2001. Ronaldo merebut double award 2008, baik Ballon d'Or maupun FIFA World Player of the Year. 


sumber : beritabola.com
Zurich - Pemain Terbaik Dunia jatuh ke tangan Lionel Messi. Sementara Pelatih Terbaik Dunia jatuh ke tangan Jose Mourinho. Spanyol yang dominan di penghargaan FIFA Ballon d'Or malah tak dapat apa-apa.

Pada acara penghargaan yang dilangsungkan di Zurich, Selasa (11/1/2010) dinihari WIB, Messi sukses mengungguli dua rekan setimnya yang juga merupakan punggawa timnas Spanyol, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Ini membuat Messi meraih gelar Pemain Terbaik Dunia untuk dua tahun berurutan.

Sedangkan Mourinho mengungguli dua pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola (Barcelona) dan Vicente Del Bosque (timnas Spanyol). The Special One pun menjadi orang Portugal keempat yang menerima penghargaan sebagai insan sepakbola terbaik dunia--tiga yang sebelumnya adalah pemain.

Kemenangan Messi dan mourinho pun menghancurkan pesta Spanyol. Padahal, seperti diketahui, andai salah satu insan sepakbola Spanyol menang dalam kategori pemain atau pelatih, maka itu akan melengkapi kejayaan 'Negeri Matador' yang dalam beberapa tahun terakhir tengah menanjak.

Indikasi menanjak itu bisa dilihat dari kesuksesan La Furia Roja memenangi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Dari sisi klub sendiri, banyak yang mengakui permainan indah Barcelona--di mana ini juga terlihat dari duduknya tiga pemain mereka dalam nominasi pemain terbaik.

Satu-satunya hiburan untuk Spanyol dalam malam penghargaan tersebut adalah dominannya mereka dalam Tim Terbaik FIFA.

Berkat kesuksesan Spanyol menjadi juara dunia pada pertengahan tahun lalu, enam pemainnya berhasil masuk dalam daftar skuad terbaik dunia tahun ini.

Mereka adalah Iker Casillas (Real Madrid), Gerrard Pique , Carles Puyol, Xavi, Iniesta dan David Villa (Barcelona).

Hiburan lainnya, Messi juga mempersembahkan kemenangannya untuk rekan-rekan dan klubnya, kendati ia juga berterimakasih kepada seluruh orang Argentina.

"Saya ingin berbagi penghargaan ini bersama rekan-rekan setim saya. Tanpa mereka, saya tak akan ada di sini, dan... juga seluruh orang Argentina," ujarnya.

sumber : beritabola.com