Selasa, 01 Februari 2011

Kekalahan-Kekalahan Besar Dalam Sepak Bola

Banyak sekali pertandingan sepak bola yang hanya menghasilkan sedikit gol, bahkan ada juga laga di mana tak satu kali pun bola bersarang di gawang. Namun tak jarang juga terjadi pesta gol dalam satu pertandingan.
Bulan Oktober tahun lalu, hadir satu momen memalukan untuk klub papan atas Belanda, Feyenoord. Tanpa ampun mereka dilibas rivalnya di Eredivisie, PSV Eindhoven sepuluh gol tanpa balas!
Kekalahan tersebut merupakan yang terburuk dalam 102 tahun sejarah klub yang bermarkas di kota Rotterdam itu. Jawara 14 kali Liga Belanda itu pun kini terseok-seok di papan tengah klasemen.
Selain nasib buruk yang dialami Feyenoord, berikut ini adalah beberapa kekalahan-kekalahan besar yang pernah terjadi di lapangan hijau:

Arbroath 36-0 Bon Accord (1885)
Kesalahan administratif membuat klub kriket Aberdeen Orion diundang untuk bermain di Piala Skotlandia sebagai pengganti Aberdeen Orion FC, membuat Arbroath FC mampu mencatat rekor kemenangan terbesar di dunia sepak bola Inggris Raya.
Situasi tersebut terjadi karena memang banyak klub yang memainkan banyak cabang olahraga lain, tetapi gabungan para pemain kriket dari klub Orion menerima undangan tersebut dan mengadopsi nama Bon Accord untuk menandai debut sepak bola mereka.
Pemain Arbroath, John Petrie yang masih berumur 18 tahun kala itu, menghasilkan rekor 13 gol sementara laporan yang ada menunjukkan jika Bon Accord tidak satu kali pun melakukan tembakan ke arah gawang. Kiper Arboath, Jim Milne Snr bahkan sampai harus meminjam sebuah payung dari temannya di tribun penonton, sementara wasit Dave Stormont mengakui bahwa skor yang tercipta sudah cukup bagus untuk Bon Accord karena dia sudah "menghapus tujuh gol" atas dasar keputusan offside yang "sangat meragukan".
Bulan September 1987, Orion FC mampu memenuhi undangan yang sebenarnya ketika mereka lagi-lagi bersua Arbroath di putaran pertama Piala Skotlandia. Dan Arbroath masih menang dengan skor 18-0 kala itu.

Dundee Harp 35-0 Aberdeen Rovers (1885)
Ketika Arbroath mencatat kemenangan mereka atas Bon Accord dengan skor 36-0 pada 12 September 1885, Dundee Harp hampir saja menyamai rekor mereka melawan tim lain dari kota Aberdeen, di tempat lain yang berjarak kurang lebih 20 mil.
Wasit sebenarnya mencatat 37 gol ketika Harp menghancurkan Aberdeen Rovers, tetapi mantan sekretaris klub hanya mencatat 35, dan wasit - yang mengaku sudah berusaha keras untuk memantau catatan gol tersebut - akhirnya menulis 35-0 sebagai hasil resmi.

Preston 26-0 Hyde (1887)
Masih menjadi rekor dari pertandingan kompetitif di Inggris, adalah saat Preston mengalahkan Hyde - yang didirikan 2 tahun sebelumnya, 26-0 di putaran pertama Piala FA.
Kehebatan skuad Preston tidak terlepas dari peran Major William Sudell, seorang manajer pabrik kapas yang datang di klub tersebut ketika masih remaja tahun 1867 sebelum menjadi ketua klub. Dia melakukan revolusi di klub dengan memasukkan beberapa pemain dari Skotlandia.
Sudell, menjanjikan para pemain Skotlandia itu pekerjaan di pabrik miliknya disertai gaji untuk penampilan mereka. FA dengan tegas melarang hal tersebut dengan dalih profesionalisme. Tim Sudell pun didepak dari Piala FA tahun 1884 setelah menang atas Upton Park setelah klub asal kota London itu mengajukan protes bahwa Preston telah membayar para pemainnya secara legal.
Tahun 1885, kebijakan FA mengenai gaji pemain melunak, dan Sudell pun bersinar. Dengan skuad superior yang dimilikinya, Sudell mengadopsi formasi 2-3-5 dan menggunakan papan tulis untuk menjelaskan taktiknya, dan kemenangan atas Hyde tahun 1887 menggambarkan mereka sudah jauh lebih maju dibandingkan tim lain yang seangkatan.
Mereka memang kalah dari West Brom di final Piala FA Tahun itu dengan skor 3-1, tetapi mereka mengunci posisi mereka dalam sejarah di musim perdana Football League tahun 1988-1989, memenangkan liga dan piala domestik tanpa pernah kalah di mana mereka akhirnya dikenal dengan sebutan Invincibles.

Real Madrid 11-1 Barcelona (1943)
Perang sipil Spanyol telah menyulut ketegangan antara Madrid dan Barca di mana Los Azulgrana kemudian menjadi sebuah simbol Catalanism yang berdiri di seberang tim ibukota tersebut.
Perang tersebut menyebabkan pertandingan di antara kedua tim tersebut vakum tahun 1936 sampai 1939 dan, meski Barca memiliki catatan lebih baik di pertemuan awal pasca perang, Madrid mampu memenangi empat dari lima pertandingan sebelum pertandingan mereka yang terkenal di pentas piala domestik tahun 1943.
Pada laga semifinal Copa del Generalisimo - atau Copa del Rey selama pemerintahan Jenderal Francisco Franco - Barca menang 3-0 di kandangnya, stadion Les Corts pada leg pertama, diiringi siulan fans Catalonia pada pemain tim tamu.
Franco dikabarkan sangat marah akan hasil tersebut dan cerita yang berkembang menyebut, jelang leg kedua, direktur keamanan dalam negeri Spanyol telah memperingatkan para pemain Barca akan sikap patriotisme mereka yang kurang dan mengatakan bahwa mereka "bisa bermain karena kedermawanan rezim Franco". Para fans Madrid pun diberi peluit demi menurunkan semangat tim tamu mereka, dan Madrid memimpin 8-0 pada paruh pertama untuk menyudahi permainan dengan hasil 11-1 - yang masih menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub.

Hungaria 7-1 Inggris (1954)
Melihat penampilan Ferenc Puskas yang gemuk ketika Hungaria tiba di Wembley tahun 1953, seorang pemain dari Inggris yang tidak diketahui identitasnya mengatakan sesuatu yang kemudian menjadi terkenal: "Lihat laki-laki gemuk yang mungil itu. Kita akan membantai tim ini."
Memang naif untuk mengatakan hal tersebut karena pada akhirnya, dengan reputasi Hungaria yang semakin berkembang di Eropa, mereka justru membantai Inggris dengan kemenangan 6-3 sekaligus mengakhiri reputasi tuan rumah yang tak terkalahkan selama 90 tahun ketika bermain di kandang melawan tim dari luar kepulauan Inggris.
Bulan Mei tahun berikutnya, Inggris pergi ke Budapest untuk mengembalikan martabat mereka. Di sana, mereka menderita kekalahan 7-1 , melampaui kekalahan 7-2 dari Skotlandia tahun 1878 dan masih menjadi kekalahan terburuk dalam sejarah mereka.

Manchester United 10-0 Anderlecht (1956)
Chelsea, menjuarai Liga Inggris tahun 1954-55, namun mengundurkan diri dari pertandingan Liga Champion Eropa periode pertama atas saran Alan Hardaker, sekretaris Football League. Sikapnya yang menentang kompetisi ini timbul karena sikap rasis terhadap Eropa dan juga keinginan untuk memastikan bahwa Liga Inggris masih menjadi trofi yang paling diinginkan para klub.
Ketika United memenangkan liga di tahun 1955-56, Matt Busby berniat ikut bagian pada kompetisi baru Eropa tersebut, dan menentang upaya Hardaker untuk mencegah mereka melakukannya. Skuad yang dikenal dengan nama Busby's Babes pun segera memberi kesan.
Pada 12 September 1956, United mengalahkan Anderlecht, juara Belgia, pada putaran pertama. Mereka menang 2-0 di Brussels lewat pertandingan ketat di mana kiper Ray Wood melakukan serangkaian aksi penyelamatan gemilang.
Pertandingan leg kedua diadakan di stadion Maine Road karena Old Trafford kekurangan lampu sorot. Pertandingan tersebut pun menjadi arena pembantaian dengan Dennis Viollet mencetak empat gol diikuti Tommy Taylor dengan tiga gol. Busby berencana membuat United menjadi tim terbaik dunia, tetapi mereka kalah 5-3 di laga semifinal tahun itu oleh sang juara, Real Madrid, yang kemudian mendominasi di periode awal kompetisi.

Hungaria 10-1 El Salvador (1982)
Hungaria merupakan tim pertama dan satu-satunya yang meraih kemenangan dengan dua digit di Piala Dunia ketika mereka mengalahkan El Salvador pada laga pembuka edisi 1982 di Spanyol.
El Salvador mengalami debut yang cukup sulit di tahun 1970, ketika mereka gagal mencetak gol di tiga kekalahan beruntun mereka. Pelatih Mauricio 'Pipo' Rodriguez masih memberi kesan yang positif atas kekalahan 10-1 mereka: "Saya senang sekaligus sedih. Saya senang karena kami berhasil mencetak gol pertama kami di Piala Dunia, tetapi jumlah gol dalam kekalahan kamilah yang membuat saya sedih ."

Spanyol 12-1 Malta (1983)
Kalah 2-1 dari Belanda dan menempati posisi kedua dari belakang pada kualifikasi Eropa tahun 1984 membuat Spanyol memiliki peluang kecil menuju putaran final di Prancis. Kedua tim berhadapan dengan Malta di partai terakhir, dan setelah Belanda menang 5-0 tanggal 17 Desember, Spanyol membutuhkan sebelas gol empat hari berikutnya jika ingin sampai ke final.
Tampak secercah harapan untuk Spanyol ketika mereka mencetak skor 3-1 pada paruh permainan pertama, dan secara luar biasa mereka mencetak sembilan gol lagi di sisa pertandingan.
Kiper Malta John Bonello menjadi figur yang terkenal di Spanyol dan di tahun 2006, dia menjadi bagian dari iklan bir Amstel di negara tersebut, dengan label el amigo perfecto, dan meski banyak dicerca di Malta, Bonello justru merasa 'tersanjung' karenanya.
"Bagaimanapun juga kekalahan 12-1 adalah fakta, tapi itu hanya pembuka menuju iklan tersebut," ucapnya kepada jurnalis Malta Today. "Kalian menilainya salah. Mereka memilih saya karena saya adalah atlet, bukan karena hasil dari pertandingan tersebut. Saya terpilih dari ribuan kandidat. Siapapun yang menganggap iklan itu sebagai penghinaan, justru berpikiran bodoh."

Manchester United 9-0 Ipswich (1995)
Meski tanpa pemain kunci Eric Cantona yang absen karena skors untuk waktu yang lama, United membukukan kemenangan terbesar mereka di Liga Premier ketika mereka membantai Tractor Boys di Old Trafford dengan lima gol dicetak Andy Cole dan dua lagi oleh Mark Hughes. Walau demikian Blackburn masih memimpin klasemen sementara, dan striker Alan Shearer tak peduli dengan performa United. "Tidak ada laga yang mudah di Liga Premier," terangnya, "kecuali jika Anda melawan Ipswich di kandang."
United menyelesaikan musim itu dengan terpaut satu poin di belakang Blackburn sedangkan Ipswich menempati posisi bawah dengan kebobolan 93 gol.

Australia 31-0 American Samoa (2001)
Kemenangan tunggal American Samoa hingga saat ini terjadi ketika melawan Wallis and Futuna tahun 1983, dan mereka kalah 13-0 serta 9-0 masing-masing melawan Fiji dan Samoa di kualifikasi Piala Dunia 2002 sebelum melawat ke kandang Australia.
"Takut bukan kata-kata yang tepat," terang pelatih American Samoa, Tunoa Lui sebelum perjalanan. "Kami akan meminta pertolongan dari atas. Kami meminta Tuhan untuk memperkecil skor."
The Socceroos, yang baru saja menang 22-0 atas Tonga, membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membuka pundi gol mereka kala itu, namun mereka sudah menyarangkan empat gol di menit 14. Archie Thompson menyelesaikan pertandingan tersebut dengan melesakkan 13 gol, dan kebingungan pun mencuat akan jumlah gol yang tercipta dan FIFA pun sampai harus menunggu laporan wasit sebelum membenarkan hasil pertandingan.
Membukukan 53 gol tanpa kebobolan di dua pertandingan pembuka kualifikasi grup Oceania, boss Australia Frank Farina tidak terkesan dengan standar lawan mereka dan Australia pun memilih untuk hijrah ke Federasi Sepak Bola Asia di awal tahun 2006.

AS Adema 149-0 Stade Olympique de L'Emyrne (2002)
Asosiasi sepak bola Madagaskar memutuskan untuk melarang beberapa pemain SO l'Emyrne dan pelatihnya, setelah mereka memutuskan untuk memprotes keputusan wasit yang membuat mereka kehilangan gelar juara dengan cara menembakkan bola ke gawang mereka sendiri.
Juara bertahan SO l'Emyrne ditahan imbang 2-2 oleh Domoina Soavina Atsimondrano oleh keputusan penalti yang kontroversial di menit akhir dalam turnamen bersistem round-robin untuk menentukan gelar juara liga.
Hasilnya, mereka memilih untuk menggunakan pertandingan terakhir mereka melawan sang juara yang baru, Adema, untuk menjelaskan posisi mereka. Para pemain Adema tidak mencetak gol-gol tersebut. Mereka hanya berdiri terpana, melihat sang lawan mencetak sejarah kekalahan kompetitif terbesar sepanjang sejarah dunia sepak bola.

Jumat, 21 Januari 2011

Tim Besar Dulunya (juga) Tim Kecil

"Sebuah tim sepakbola tidak akan menjadi sebuah tim raksasa hanya dalam 1 malam !"

Mungkin itu adalah suatu ungkapan atau tamparan bagi mereka yang berharap bisa menjadi hebat dan besar dalam waktu instan.

Untuk menjadi sebuah tim yang hebat dan besar, tidak lah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan waktu dan konsistensi, serta loyalitas dari seluruh pemain dan official untuk mewujudkannya. Karena pemain yang hebat tidak akan jadi apa-apa jika tidak didukung oleh official yang bagus, contohnya adalah Perancis. Begitu pula sebaliknya, sekalipun official dihuni dengan manager-manager hebat bahkan manager sekaliber The Special One (Mourinho.-red) sekalipun tidak akan jadi apa-apa jika tidak didukung oleh pemain yang setia.

Setia? Apa hubungan setia dengan sebuah tim?
Tentu saja sangat erat sekali kaitannya. Sebagai contoh, butuh waktu 6 tahun bagi Sir. Alex Ferguson untuk membesarkan dan menghebatkan Setan Merah (Manchester United.-red), untuk menggeser kedigdayaan Si Merah pada waktu itu (awal 90-an.-red), hingga saat ini sudah 11 gelar EPL yang dipersembahkannya buat Setan Merah.

Kemudian contoh lain dari sebuah kesetiaan adalah legenda salah satu klub di kota mode, Italia. Ya, kota itu adalah Milan. Di Milan lahir seorang legenda yg semasa karirnya ia sematkan pengabdiannya hanya untuk Milan, siapa lagi kalau bukan Paolo "3" Maldini. Si kidal ini begitu setia menjadi bagian dari tim Milan hingga Milan sebesar saat ini. Ia tetap bersikukuh untuk setia bermain di Milan walaupun berkali-kali dipindahkan dari posisinya. Mulai dari bek kanan, pindah ke sayap kiri, turun ke bek kiri, hingga akhirnya paten di posisi center back seiring dengan pensiunnya legenda Milan yang lain, Franco "6" Baresi.
Bukankah itu suatu kesetiaan yg tiada bandingannya?

Lantas apa hubungannya dengan tim yang namanya menjadi nama blog ini?
SEFARUAD!!! Begitu gagahnya kedengaran nama itu, dan mungkin ada sekelumit orang yang ketika mendengarkan namanya saja sudah bergetar hatinya atau merinding bulu kuduknya. SEFARUAD merupakan salah 1 tim sepakbola yang diperhitungkan kekuatannya di kancah per-sepakbolaan Yogyakarta (level mahasiswa.-red) dan sangat disegani di kawasan lingkup Kampus Orange, Universitas Ahmad Dahlan. Semua itu tidak terjadi dengan begitu saja! Semua itu terjadi karena prestasi-prestasi membanggakan (walaupun kurang apresiasi dari fakultas.-red) yang pernah diraihnya.

Namun, apa yang terjadi dengan SEFARUAD kini?
Semua seolah terdiam ketika ditanya "Kemana SEFARUAD yang dulu?", semua seolah merasa masa-masa kejayaan SEFARUAD sudah lewat seiring dengan bergantinya komposisi tim dan official-nya, semua merasa bahwa yang hebat itu "DIA" bukan "SAYA". Jika masih ada yang beranggapan demikian, pantaslah kini SEFARUAD bukan apa-apa lagi.

Sadarlah wahai generasi pemenang!
1 hal yang sangat menonjol perbedaan antara SEFARUAD yang dulu dengan SEFARUAD saat ini adalah bahwa dulu SEMUA PEMAIN DAN OFFICIAL SANGAT SETIA KEPADA TIM. Dulu para pemain tidak pernah ragu apalagi berpikir dua kali untuk izin meninggalkan kuliah, praktikum, bahkan responsi hanya untuk membela tim, walaupun ia bukan pemain inti. Dulu para pemain sangat "SETIA MENGIKUTI LATIHAN" baik fisik maupun teknik, walaupun materi latihan seadanya bahkan terkesan sangat sederhana. Dulu pemain 1 tidak bergantung dengan pemain lain, walaupun yang datang latihan hanya 7 orang, latihan tetap dilaksanakan. Hampir seluruh pemain memiliki mental "Dengan atau Tanpa kamu, tim ini tetap akan berjalan, tim ini akan tetap menjadi besar!" Itulah yang disebut MENTAL POSITIF, dan penting bagi setiap pemain untuk memiliki mental seperti itu.

Bandingkan dengan sekarang!
Mungkin jawaban tersebut hanya akan menjadi jawaban yang sia-sia jika tidak ada perubahan atau kesadaran dari setiap individu pemain maupun official, selamanya jawaban tersebut hanya akan menjadi sebuah teori jika tidak dipraktekkan di lapangan.

Lapangan Hijau adalah 'lembar jawaban' yang sangat pas untuk menjawab pertanyaan ini...
Buktikan bahwa SEFARUAD BISA!!!
Buktikan bahwa SEFARUAD (tetap) yang terbaik.
Karena Fair Play adalah permainanku, Sportifitas adalah jiwaku, dan Prestasi adalah tujuanku!
Tetap Semangat dan Maju Terus SEFARUAD ku...

"Keep Spirit n Move Forward"
^_^ & ^_^

Senin, 17 Januari 2011

Jepang dan Yordania Lolos ke Perempatfinal

Jepang dan Yordania akhirnya lolos dari grup B Piala Asia 2011 setelah keduanya berhasil meraih poin penuh di partai terakhir grup B, Senin (17/1).
Jepang secara luar biasa mampu menghajar Arab Saudi 5-0, dan Yordania berhasil mengatasi perlawanan Suriah, 2-1.
Arab Saudi yang sudah dipastikan tersingkir, tampil sangat buruk. Runner-up Piala Asia 2007 itu bahkan sudah tertinggal 3-0 saat babak pertama baru berlangsung 19 menit!
Dua gol Shinji Okazaki membawa tim berjuluk Samurai Biru itu unggul 2-0 di menit ke-8 dan ke-13, sebelum akhirnya Ryoichi Maeda membawa tim Samurai Biru unggul 3-0 di menit ke-19, yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki Babak kedua Jepang tetap dominan. Hasilnya tambahan dua gol berhasil mereka sarangkan ke gawang Arab, dan  lagi-lagi Ryoichi Maeda berhasil membuat gol menit ke-51, sebelum Okazaki melengkapi hatt-rick di menit ke-80, untuk membawa Jepang unggul mutlak, 5-0.
Pertandingan lain di grup B antara Suriah vs Yordania berlangsung seru. Suriah yang butuh kemenangan langsung unggul di menit ke-15 lewat penyerangnya, Mohamed Al Zeno.
Gol ini membawa Suriah diatas angin, karena kemenangan akan membawa mereka lolos ke perempatfinal. Namun nasib berkata lain. Yordania akhirnya bangkit dari ketertinggalan dan balik unggul 2-1 atas Suriah.
Gol penyeimbang datang di menit ke-30, ketika pemain belakang Suriah, Ali Diab membuat gol bunuh diri. Petaka bagi Suriah akhirnya datang di menit ke-59, Odai Yousef Ismail Al Saifi berhasil membawa Yordania unggul 2-1, yang bertahan hingga pertandingan usai.
Jepang dan Yordania sebenarnya sama-sama mengumpulkan poin tujuh, tapi Shnji Kagawa cs. berhak tampil sebagai juara grup karena unggul selish gol.
Di perempatfinal Jepang akan menghadapi partai sengit menghadapi tuan rumah Qatar, sedangkan Yordania akan ditantang tim terbaik grup A, Uzbekistan.


sumber : bolanews.com

Jelang 16 Besar Liga Champion : Cesc : " Mengalahkan Barca Bukan Kemustahilan "

Arsenal dipertemukan dengan tim kuat, Barcelona, di babak 16 besar Liga Champion. Kapten The Gunners, Cesc Fabregas, yakin Los Azulgrana bukanlah tim yang tidak terkalahkan.
Barcelona disebut-sebut sebagai tim yang paling dihindari oleh kontestan 16 besar Liga Champion lainnya, terutama setelah Lionel Messi cs. menggilas Real Madrid 5-0 di La Liga. Alhasil, Arsenal dikatakan tertiban sial karena dipertemukan dengan pasukan Pep Guardiola saat fase knock-out baru dimulai.

The Gunners tentu akan menjadi tim yang tidak difavoritkan. Musim lalu saja mereka takluk 6-3 secara agregat di babak perempat final dari lawan yang sama.

Karena itu, sebagai kapten Fabregas perlu menaikkan mental bertanding koleganya sejak jauh-jauh hari. "Ini bukan misi yang mustahil," ucapnya kepada The Sun.

"Kami bisa memenanginya. Barcelona tidak tak terkalahkan. Jika mereka adalah tim yang tak tersentuh, mereka akan memenangi Liga Champion setiap tahun," ucap playmaker berusia 23 tahun itu.

Fabregas pun membuka lembaran sejarah Liga Champion dalam beberapa musim terakhir dan ia mendapati Raksasa Catalan kerap tersandung saat berhadapan dengan klub-klub Inggris. So, ia yakin musim ini giliran Arsenal yang bakal menyingkirkan Barca.

"Manchester United, Chelsea, dan Liverpool teah menyingkirkan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin musim ini giliran kami, mengapa tidak?" ucap Fabregas.

"Jika kami ingin menjadi juara Eropa, kami harus mampu mengalahkan siapa pun, termasuk Barca," simpul pria Catalan yang akan kembali ke Camp Nou untuk pertama kalinya sejak transfer saga dengan Barca berakhir.

suber : bolanews.com

Messi Kini Menjomblo

Barcelona - Kisah asmara Lionel Messi tidak sesukses kariernya di dunia sepakbola. Pemain yang baru saja dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia itu dikabarkan telah putus dengan sang pacar, Antonella Roccuzzo.

Kabar kandasnya hubungan mereka diungkapkan sendiri oleh kakek Messi, Antonio Cuccitini, saat diwawancarai oleh sebuah radio setempat, Radio 2.

Menurut sang kakek, Messi tak lagi menjalin asmara dengan Antonella yang telah dipacarinya dalam setahun belakangan ini.

"Messi tak punya pacar sekarang. Mereka bertengkar," papar Cuccitini seperti dikutip Sport.

"Messi masih sangat muda. Aku selalu meminta dia untuk menikmati hidup, berlaku baik dan selalu sehat," imbuhnya sambil menirukan nasehat kepada sang cucu.

Hubungan Messi dengan Antonella selama ini cukup jauh dari gosip dan ekspos media. Bahkan keduanya dilaporkan telah merencanakan untuk menikah tidak lama lagi.

Antonella memang bukan yang pertama bagi bomber Barcelona berusia 23 tahun itu. Sebelumnya Messi dikabarkan pernah punya hubungan khusus dengan beberapa wanita seperti Macarena Lemos dan model seksi Argentina Luciana Salazar.


sumber : detiksport.com

Krasic Pertimbangkan untuk Akhiri Karier di Turin

Pemain sayap Juventus, Milos Krasic, mengungkapkan bahwa ia mungkin akan mempertimbangkan kemungkinannya untuk bisa menghabiskan sisa karier sepak bola bersama Bianconeri.
Krasic telah menikmati statusnya sebagai pemain bintang pada musim pertamanya bersama Si Nyonya Besar, setelah ia datang dari CSKA Moskva ke Turin pada musim panas lalu. Pemain asal Serbia itu pun menggarisbawahi bahwa Juventus sangat berarti baginya secara profesional maupun pribadi.
"Impian setiap pemain untuk bisa bermain bagi Juventus. Saya menempatkan klub ini sebagai yang pertama dan saya tidak tertarik pada uang atau apa yang klub lain tawarankan pada saya. Saya ingin Juventus," ujar Krasic pada Torino Magazine. "Saya memiliki waktu selama empat tahun dalam kontrak saya bersama Juventus dan saya ingin memenangkan segalanya."
Ketika ditanya tentang kemungkinannya tetap bersama Bianconeri hingga saatnya gantung sepatu, pemain berusia 26 tahun itu menjawab, "Mengakhiri karier saya di Juventus? Jika segalanya berjalan baik maka saya ingin melakukannya. Namun, tidak satu pun bisa mengatakan apa yang akan terjadi esok hari."
Krasic diboyong ke Turin dengan transfer senilai 15 juta euro dari raksasa Rusia, CSKA. Menjalani musim pertama di Turin, Krasic sukses merebut perhatian para suporter Juve dengan permainannya yang hingga kini telah mengemas tujuh gol dari 23 penampilannya di semua kompetisi.


sumber : bolanews.com

Jelang 16 Besar Liga Champion : Pique Peringatkan Arsenal

Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique, memperingatkan Arsenal bahwa Lionel Messi akan membuat The Gunners menderita saat kedua tim bertemu di babak 16 Besar Liga Champion bulan depan.
Messi baru saja mendapatkan gelar pemain terbaik dunia untuk kedua kalinya berturut-turut, dan gelandang asal Argentina itu pernah menyengsarakan tim asuhan Arsene Wenger di perempat final Liga Champion musim lalu. Oleh karena itu, Pique yakin Arsenal akan kembali menderita di tangan Messi ketika kedua tim bertemu lagi di babak 16 Besar kompetisi yang sama.
Bek Barca itu mengatakan bahwa Messi adalah pemain terbaik dunia yang sangat penting bagi tim Catalan itu. Dan yakin setelah memenangkan penghargaannya, Messi pasti ingin mendapatkan gelar juara yang lain, dan akan memperlihatkannya saat menghadapi Arsenal di babak 16 Besar Liga Champion.
"Leo adalah yang terbaik di dunia. Ia sangat penting bagi Barcelona. Ketika Anda memenangkan gelar juara, Anda bisa merasa senang dan Anda pasti ingin merasakan hal yang sama lagi," ujar Pique seperti dilansir The Sun. "Jadi kami memiliki rasa lapar yang sama untuk mendapatkan gelar juara seperti Liga Champion dua tahun lalu. Kami yakin mampu meraih kemenangan saat menghadapi Arsenal," tambahnya.
Arsenal akan menjadi tuan rumah leg pertama pada 16 Februari dan bertandang ke Camp Nou pada 8 Maret.
Saat Messi menerima penghargaan sebagai pemain terbaik dunia, Pique merupakan salah satu dari enam pemain Barca yang masuk dalam FIFA/FIFPRO world XI yang diumumkan juga di Zurich. Dan mantan bintang Manchester United itu menegaskan bahwa penghargaan yang diraih para pemain Barca akan menjadi motivasi yang bagus saat menghadapi Arsenal.
"Penghargaan ini memberi dorongan yang luar biasa bagi keyakinan kami menjelang pertandingan menghadapi Arsenal," ungkap pemain berusia 23 tahun itu. "Kami ingin memenangkan Liga Champion lagi dan kami yakin kami bisa melakukannya. Anda harus bekerja keras dan berjuang untuk berada di sini, dan kami siap untuk itu." tegas Pique.


sumber : bolanews.com